Melestarikan Warisan Leluhur: Desa Matahora Semarakkan Tradisi Kansoda'a di Wakatobi
18 Agustus 2026
SAHARUNI
Dibaca 9 Kali
Menilik Kansoda’a: Simbol Kehormatan dan Kebanggaan Perempuan Beranjak Dewasa di Wakatobi
WAKATOBI – Semangat pelestarian budaya lokal terpancar kuat dalam keterlibatan aktif masyarakat Desa Matahora saat mengikuti prosesi adat Kansoda'a. Dalam balutan pakaian adat berwarna cerah yang mewah, perwakilan generasi muda dari wilayah sekitar Bandara Matahora ini diarak di atas tandu keliling kota sebagai bagian dari rangkaian festival budaya tahunan.
Bagi masyarakat Wakatobi, anak perempuan memiliki kedudukan dan nilai kehormatan yang sangat tinggi di dalam keluarga. Tradisi Kansoda'a digelar sekali seumur hidup untuk merayakan fase akil balig atau momen ketika seorang anak gadis mulai beranjak dewasa. Melalui ritual ini, keluarga secara terbuka menunjukkan rasa syukur dan kebanggaan mereka karena telah berhasil mendidik dan menjaga anak perempuan mereka tumbuh dengan baik dalam lingkungan yang positif.
Esensi sejati dari Kansoda'a tercermin dari para pemuda yang antusias menggotong tandu kayu di sepanjang jalur perarakan. Saling bahu-membahu di bawah terik matahari, para pria dari Desa Matahora dan kerabat dekat menunjukkan nilai kekeluargaan serta solidaritas komunal yang kokoh.
Keterlibatan Desa Matahora dalam kegiatan ini membuktikan bahwa di tengah arus modernisasi global, nilai-nilai adat peninggalan leluhur di tanah Kabupaten Wakatobi masih dijaga dengan sangat terhormat dan lestari dari generasi ke generasi.
Ketika hari perayaan tiba, para gadis belia ini akan diarak keliling kampung sembari ditandu. Para pengangkat tandu—yang umumnya merupakan saudara laki-laki atau kerabat pria dari keluarga sang gadis—akan memikul tandu tersebut dengan penuh semangat. Sepanjang jalan, riuh sorak-sorai dan lantunan lagu daerah menggema untuk menarik perhatian warga, menegaskan kembali pesan bahwa menjaga kehormatan anak perempuan adalah tanggung jawab besar sekaligus kebanggaan tertinggi bagi seluruh keluarga.
Kini, atraksi budaya Kansoda’a tidak hanya menjadi ritual internal keluarga saja, melainkan telah bertransformasi menjadi salah satu ikon daya tarik wisata budaya tahunan nasional yang kerap dinantikan dalam festival besar seperti Wakatobi Wonderful Festival and Expo (Wakatobi WAVE). Melalui pelestarian tradisi ini, Wakatobi membuktikan bahwa kekayaannya tidak hanya terletak pada keindahan bawah lautnya yang mendunia, tetapi juga pada nilai-nilai luhur kemanusiaan yang terus dijaga oleh masyarakatnya dari generasi ke generasi.